1146505654m2yq7i1.jpgSejumlah ruas jalan di inti kota Tanjungbalai kebanjiran akibat diguyur hujan yang berkepanjangan Minggu (2/9). Hujan yang turun mulai pagi hingga sore hari itu juga menggenangi halaman rumah warga masyarakat. ( Sinar Indonesia Baru )
Pantauan wartawan, salah satu rumah warga di Jalan Ahmad Yani yang berjualan makanan dan minuman yang dikenal dengan sebutan warung “Kung-kung” tempat mangkal para wartawan Tanjungbalai, juga bernasib sama dengan warga lainnya. Air masuk ke dalam rumah hingga mencapai ketinggian 20 cm.
Para pengunjung yang kebanyakan wartawan terjebak di warung “œkung-kung” sehingga saat menyantap makanan dan minum posisi kaki harus di atas meja akibat air menggenangi lokasi warung itu.
Ruas jalan di inti kota yang tergenang air di antaranya Jalan Asahan, Jalan Mesjid, Jalan Sisingamangaraja, simpang Jalan Cokro, Jalan S Parman, sepanjang Jalan Sudirman hingga depan PLN. Ruas jalan yang terparah berada di depan BNI Jalan Gereja, genangan air mencapai 30 cm.

Turunnya hujan yang mengakibatkan kota Tanjungbalai sejumlah ruas jalan di inti kota tergenang air membuat pedagang jajanan open stage Jalan Pahlawan, mengeluh akibat sepinya pengunjung. “Bagaimana mau laku bang, bila hujan terus turun dan jalan pada tergenang air,” ujar Mala salah seorang pemilik stand jajanan kepada wartawan yang secara kebetulan berteduh sambil memesan kopi.
Menurut Mala, biasanya bila hari libur atau hari Minggu para pengunjung dari dalam dan luar kota Tanjungbalai, ramai datang bersantai bersama keluarga untuk menikmati beragam jajanan di kawasan open stage.
Seorang warga, Aan Nusantara kepada wartawan mengatakan, genangan air di inti kota Tanjungbalai bila hujan, merupakan penyakit kambuhan yang hingga kini belum diobati pemerintah. Ruas jalan di inti kota Tanjungbalai, selalu banjir disebabkan sempit dan dangkalnya saluran air (got) yang berada di sepanjang jalan sehingga curah air yang begitu banyak tidak dapat tertampung. “Bila pemerintah arif dan bijaksana, penyakit kambuhan ini bisa disembuhkan, dengan memperlebar dan memperdalam saluran air atau got di daerah inti kota ini,” kata Aan Nusantara.
5 Jam Hujan, di Kisaran Banjir
Sementara itu, akibat hujan lebat turun 5 jam, beberapa kawasan di Kisaran bajir, sejumlah jalan, kawasan pemukiman di Jalan HOS Cokroaminoto gang Pendidikan, Kisaran Kota, Jalan Bangau Kisaran Kelurahan Lestari, lapangan Parasamya Kisaran dan TK Kemala Bayangkara 8 di Jalan Cokroaminoto, halamannya terendam dan musholla yang ada di lokasi sekolah selama ini dipergunakan anak didik untuk belajar sholat nyaris air kotor dari parit masuk. Dari hasil pantauan SIB selain kawasan tersebut di genangi air, beberapa ruas jalan yang banjir adalah kawasan Tugu Jalan Imambonjol/Jalan Cokroaminoto, Jalan Rivai, Jalan Panglima Polem, Jalan Cokroaminoto Simpang Sibogat dan Jalan Wahidin mencapai 30 Cm.
Menurut warga, untuk mengantisipasi banjir pada saat hujan, selain pendalaman parit melalui pengerukan tanah dalam parit dan pembersihan sampah dalam parit yang telah dilaksanakan Dinas Perkotaan selama ini, ada baiknya Pemkab Asahan membuat program pembangunan pelebaran parit karena parit tidak mampu menampung volume air sehingga meluap ke jalan.