Jalan AMD di Kelurahan Selat Tanjung Medan Kecamatan Datuk Bandar Timur Tanjungbalai yang merupakan jalan alternatif di daerah itu mengalami kerusakan cukup parah, sehingga sulit dilintasi kendaraan roda dua atau lebih. ( Sinar Indonesia Baru )
Rusaknya jalan tersebut juga menimbulkan kesulitan bagi warga untuk mengangkut hasil kebun, karena ruas jalan sangat sulit dilalui kendaraan roda empat dan diperkirakan ratusan ton kopra dan kelapa sawit tiap bulannya keluar dari daerah itu.
Salah seorang warga Lingkungan I kelurahan Selat Tanjung Medan yang mengaku bernama Arman, Rabu (15/8) kepada SIB menyebutkan, kerusakan jalan tersebut sudah lebih dua tahun dan hal itu sudah dilaporkan namun hingga kini belum ada respon dari instansi terkait untuk memperbaiki jalan itu. “Sudah dua tahun lebih jalan ini rusak dan telah dilaporkan namun hingga kini belum ada perbaikan dari intansi terkait,” kata Arman.
Dikatakan, kerusakan parah terjadi di lima titik dan yang terparah berada di ujung jalan menuju Jalan Besar Selat Lancang dimana badan jalan dihiasi dengan lubang.
Apabila hujan, ruas jalan bagaikan “kubangan kerbau”, karena sisa air hujan memenuhi lubang dan kondisi jalan sangat licin karena berlumpur dan tak jarang pengguna mempergunakan sepeda motor terjatuh tergelincir akibat menghindari lubang
Pengakuan warga di daerah itu, jalan tersebut pernah diperbaiki namun hanya ditempel dengan mempergunakan batu padas. Pemko Tanjungbalai diharapkan secepatnya memperbaiki kerusakan jalan, karena ratusan ton kopra dan kelapa sawit tiap bulannya keluar dari daerah. Namun akibat rusaknya jalan itu biaya angkut hasil kebun warga jadi dua kali lipat.
Besok ganti saja nama jalannya jadi Jl. Sikuntak-kuntak, alias malumpat-lumpat, camano pak Walikota, kasihan tuh masyarakat, sudah susah tambah disusahi jugo lagi !. Copatlah diperbaiki biar arus transportasi bisa lancar dan hasil kobun copat terjual, sehingga menambah pendapatan asli daerah….