Posted by kotakerangnews under
Kota Kerang Leave a Comment
Kepada Yth,
Pemerintah Kota Tanjung Balai
Jl. Jend. Sudirman No. 9
Tanjung Balai – Sumatra Utara
F : 0623 93791
Salam Kota Kerang.!.
Hari ini saya coba baca situs departemen komunikasi & informasi ( DepKomInfo ) Republik Indonesia mengenai daftar-daftar pemerintahan daerah baik Kota maupun Kabupaten, bisa di cek di :
http://www.depkominfo.go.id/portal/?act=detail&mod=direktori&view=1&pid=8¤t_dir=16
Alangkah takojutnyo jantungku, melihat dari ratusan daftar wilayah kabupaten dan kota hanya website dari Kotamadya Tanjung Balai yang tidak ada, memang dalam daftar itu ada, hanya saja pada saat di klik ke web nya, ternyata tidak ada sama sekali alias kosong.
Bagaimana ini bapak walikota ?.
Terus terang saya sebagai anak kota kerang ( Tanjung Balai ) merasa miris dengan kondisi di jaman tehnologi maju sekarang ini, dimana begitulah banyaknya sekarang kota dan kabupaten berlomba-lomba ingin memajukan daerahnya masing-masing, tapi apa lacur Tanjung Balai sebagai kota kelahiranku dan kota tempat aku menuntut ilmu sampai usia 17 tahun, sampai saat ini belum ada tanda-tanda yang menunjukan kemajuan signifikan didalam mensosialisasikan daerahnya baik melalui media cetak/elektronik maupun media online.
Bangunlah Incek Hari Sudah Siang!
Hai kawanku/saudaraku/tulangku/amangboruku/bapaudaku/oppungku/pakcikku/incekku, hari sudah siang, jangan lagi terlena dengan kepentingan pribadi dan golongan, jangan hanya memikirkan kedudukan semata, bangunlah daerah yang sudah didirikan ratusan tahun lalu, coba melihat kedepan. Horas!
Salam hangat,
Linggom Pasaribu
Rombongan Pempropsu (Pemerintah Propinsi Sumatera Utara) melakukan peninjauan tapal batas perairan antara kota Tanjungbalai dengan Kabupaten Asahan, Selasa (24/7). ( Sinar Indonesia Baru ). Rombongan yang terdiri dari Biro Pemerintahan Propsu Pangara Ritonga, BPN Propsu didampingi pejabat dari Tanjungbalai dan Asahan melakukan peninjauan langsung ke perairan Tanjungbalai yang berbatasan dengan kabupaten Asahan melalui Sungai Daun hingga ke sungai Teluk Nibung Tanjungbalai.
Demikian disampaikan Kabag Pemerintahan Tanjungbalai Drs M Syafii kepada wartawan, Rabu (25/7) di ruang kerjanya seputar kunjungan kerja rombongan Pempropsu meninjau tapal batas antara kota Tanjungbalai dengan kabupaten Asahan.
Dikatakan, pemko Tanjungbalai dalam mengukur luas wilayahnya sesuai dengan PP nomor 20 tahun 1987 tentang perubahan batas wilayah Tanjungbalai-Asahan. Dan telah mendaftarkan nama-nama 10 pulau yang ada di wilayah kota Tanjungbalai ke tingkat I dan letak ke-10 pulau tersebut sebahagian berbatasan langsung dengan Kabupaten Asahan. “Kunjungan Pempropsu juga ingin melihat pulau yang telah didaftar oleh pemko Tanjungbalai ke tingkat I”, kata M Syafii.
Menurut M Syafii, masalah tapal batas antara Tanjungbalai dengan Kabupaten Asahan sebenarnya tidak ada permasalahan, karena kedua daerah tersebut telah memiliki panduan tentang tapal batal. Hanya secara terperinci harus disaksikan oleh kedua belah pihak dan BPN agar tidak menimbulkan masalah dikemudian hari.
Tabrakan antara pengendara sepeda motor di Tanjungbalai mengakibatkan 2 tewas 2 kritis,Rabu (25/7) sekira pukul 18.15 WIB di Jalan AMD Ujung kelurahan Pahang persisnya di depan kantor Koramil 17 Datuk Bandar Tanjungbalai. ( Sinar Indonesia Baru )
Seorang pengendara yang tewas di TKP bernama Baginda Putra Ambarita (17) warga jalan Anwar Idris Gang Sosor Nauli Kelurahan Bunga Tanjung Kecamatan Datuk Bandar Tanjungbalai. Sedangkan pengendara lainnya Erwin Manurung (18) warga yang sama tewas di RSU Tengku Mansyur Tanjungbalai, Kamis (26/7) sekitar pukul 04.00 WIB.
Dua korban kritis yang juga abang adik yakni Toni Hutabarat (17) dan Eko Hutabarat (18) warga Jalan Anwar Idris Gang Sosor Nauli Kelurahan Bunga Tanjung Kecamatan Datuk Bandar Tanjungbalai kini masuk dirawat di RSU Tengku Mansyur Tanjungbalai.
Keterangan yang diperoleh menyebutkan, korban Baginda Putra Ambarita yang berboncengan dengan Toni Hutabarat mengendarai sepeda motor Supra Fit BK 4153 QD dan Erwin Manurung berboncengan dengan Eko Hutabarat mengendarai sepeda motor KTM Power BK 3659 menuju Pasar Traktor. Diduga kedua pengendara melaju dengan kencang hingga di TKP keduanya bersenggolan dan menyebabkan mereka terpental dan masuk dalam parit.
Korban Baginda Putra Ambarita mengalami benturan keras pada kepala dan wajah menyebabkan pendarahan yang serius dan meninggal di TKP.
Mengetahui adanya peristiwa tabrakan itu,warga sekitar dibantu Satlantas Tanjungbalai turun ke TKP dan membawa ke empat korban ke RSU Tengku Mansyur Tanjungbalai, namun Erwin Manurung yang dibawa kerumah sakit dalam keadaan pingsan tidak dapat tertolong. Kamis (25/7) sekira pukul 04.00 WIB akhirnya meninggal dunia. Sementara itu dua abang beradik yang dibonceng kedua korban mengalami luka serius.
Kedua jenazah korban telah diserahkan ke keluarga masing-masing. Jenazah Baginda Putra telah dikebumikan di perkuburan Kristen Teluk Ketapang Tanjungbalai sedangkan jenazah Erwin Manurung menurut keluarga dikebumikan, Jumat (27/7).
Kasat Lantas Tanjungbalai AKP Sawangin didampingi Kanit Laka Brigadir JH Purba ditemui wartawan, Kamis (26/7) membenarkan adanya Lakalantas yang mengakibatkan 2 korban tewas dan 2 kritis. (S19/g)
Pelaksanaan Aanwizjing (penjelasan) dokumen pasca kualifikasi pada kegiatan pengadaan 11 paket barang dan jasa dengan nilai Rp 1,6 miliar lebih, Rabu (25/7) di aula Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Tanjungbalai nyaris ricuh disebabkan adanya rekanan meminta agar pelaksanaan tender dibatalkan karena tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan panitia. Namun sikap menolak tersebut secepatnya dibantah oleh rekanan lainnya dengan meminta agar panitia tetap melakukan aanwizjing. ( Sinar Indonesia Baru )
Permintaan pembatalan disampaikan sejumlah rekanan mengingat baru Rabu pagi para rekanan kontraktor itu mendapatkan dokumen penawaran sedangkan rekanan lainnya telah mendapatkan dokumen penawaran jauh sebelum aanwizjing dilakukan sehingga menimbulkan kesan yang tidak baik terhadap panitia. “Kami ingin pelaksanaan tender di Diskanla ini dibatalkan karena baru pagi ini kami mendapat dokumen penawaran. Sedangkan rekanan lainnya jauh sebelumnya telah mendapat dokumen penawaran sehingga bertentangan dengan jadwal yang telah ditetapkan panitia,” tegas Taufik salah seorang rekanan yang diamini rekanan lainnya.
Mendengar adanya rekanan yang ingin pelaksanaan tender dibatalkan, sejumlah rekanan lainnya mengatakan tidak setuju dan mempersilahkan panitia untuk melanjutkan acara itu karena seluruh peserta yang hadir telah mendapatkan dokumen penawaran. Kericuhan tersebut tidak berlangsung lama karena panitia secara bersamaan meminta maaf atas keterlambatan pemberian dokumen penawaran kepada para rekanan dan mengatakan keterlambatan itu tidak ada unsur kesengajaan.
Ketua Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Diskanla Tanjungbalai Hj Rosmiati Sirait, SH didampingi Sekretaris SBP Napitupulu SP dan anggota Arbiati pada semua pers usai pelaksanaan aanwizjing mengatakan dalam aanwizjing tersebut dicapai kesepakatan bersama bahwa pemasukan penawaran diperpanjang hingga satu minggu yakni hingga, Rabu (2/8) pukul 11.00 WIB dan pembukaan dokumen penawaran yang diserahkan, Rabu (2/8) pukul 14.00 WIB.
Hj Rosmiati Sirait SH mengakui jadwal yang diberikan kepada para rekanan tidak sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan karena adanya keterlambatan proses pembuatan dokumen yang tidak didukung dengan sarana PLN dan konsultan, namun hal itu telah diutarakan kepada 12 rekanan yang hadir.
Menurut Hj Rosmiati, pihaknya tidak ada bermaksud mempersulit atau mengelabui rekanan kontraktor dalam perolehan dokumen dan pelaksanaan proses tender tetap mengacu kepada Kepres 80/2003 dan masalah ini agar jangan dibesar-besarkan. “Kesalahan yang ada, yang kami perbuat hanyalah masalah teknis dan kami tidak bermaksud untuk mempersulit atau mengelabui para rekanan kontraktor dan saya minta agar masalah ini jangan di besar-besarkan,” ujar Hj Rosmiati. (S19/k)
Hujan lebat berkepanjangan hampir seharian, Jumat (20/7) menyebabkan sejumlah Kawasan di Kabupaten Asahan, Batubara serta Kota Tanjungbalai tergenang. ( Sinar Indonesia Baru )
Hasil pantauan SIB, lahan pertanian serta pelataran rumah warga di ketiga daerah itu ditutupi air dengan ketinggian hingga lebih 50 Cm . Seperti lahan pertanian di Desa Gajah Kecamatan Sei Balai, Desa Rawang Kecamatan Meranti dan perumahan di berbagai inti kota Kisaran.
Demikian pula di Desa Dolok Kecamatan Limapuluh, Desa Sei Muka Kecamatan Talawi Kabupaten Batubara serta daerah Batutiga hingga tujuh Kota Tanjungbalai, juga tak luput terendam setelah hujan yang berlangsung sejak pukul 7.30 WIB hingga 13.00 Wib.
Reni Junita (18) warga batutiga kepada SIB mengatakan dirinya merasa sedikit terisolir setelah pelataran tempat tinggalnya tergenang air seperti kolam buatan melewati batas lutut orang dewasa itu. “Susah jadinya, mau keluar rumah saja jadi enggan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Husni (29) warga Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kisaran Barat. Sejak pagi hingga siang hari dia terpaksa bertahan di rumah menunggu hujan berhenti. Sejumlah saluran pembuangan tampak tidak berfungsi secara efektif karena pembuangan di Sungai Bunut juga telah melewati batas wajar.
Sedangkan di Desa Gajah, lahan pertanian juga terendam saluran irigasi di pedesaan itu tidak mampu menahan debit air dari hulu maupun pembuangan dari lahan pertanian. Akibatnya, air kembali meluber ke sawah.
Sedangkan di Kabupaten Batubara, wilayah Simpang Dolok serta sejumlah kawasan lainnya termasuk Sei Muka juga mengalami nasib serupa. “Wah, kalau lebih panjang lagi hujannya bisa gawat juga kita ini,” ujar Sarman (34) salah seorang petani seraya memungkinkan lahan pertaniannya akan habis tergenang jika cuaca masih tetap demikian. (S24/y)